Powered By Blogger

Saturday, 23 January 2016

FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA



FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA
Sianida
FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA
Cyanida Effect


Akhir-akhir ini nama sianida cukup populer pasca diduga sebagai zat yang bisa membunuh manusia. Sianida memang dikenal sebagai racun yang sangat berbahaya, dan kerap dipakai pengarang kisah-kisah detektif, seperti Sir Arthur Conan Doyle, sebagai alat pembunuh.



FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA
Cyanida Alami
Sianida pada dasarnya adalah zat kimia super aktif yang mengandung unsur siano, 'CN'. Zat kimia ini bisa berbentuk gas (hidrogen sianida, HCN) hingga kristal (sodium sianida, NaCN). Untuk membunuh seseorang, hanya dibutuhkanseper sepuluh gram sianida. Cara kerja Sianida membunuh manusia adalah dengan menghalangi tubuh menggunakan oksigen hingga korban sesak nafas akut. Efek dari racun Sianida ini bekerja 10-15 detik hingga beberapa menit dengan gejala sakit kepala, nafas sesak, diikuti mual, muntah, agitasi, kebingungan, kejang, shock, koma, dan berujung pada kematian. Akan tetapi, selain hal itu, masih banyak fakta-fakta tersembunyi tentang sianida yang jarang diketahui orang.

Orang-orang terkenal seperti Napoleon, Adolph Hitler, dan Jim Jones 
telah menjadi korban betapa jahatnya racun Sianida ini
.


FAKTA TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA

SIANIDA ADA DI MANA-MANA



FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA
Memurnikan Emas


Meski sangat mematikan, ternyata sianida sangat sering dijumpai oleh manusia tanpa sadar. 
Mungkin yang paling jelas adalah pada singkong dan apel. 
Ya, singkong sejak lama diketahui mengandung sianida dan berbahaya bila salah mengolahnya. Gejala ringan keracunan sianida singkong 
biasanya pusing dan muntah-muntah.


Demikian halnya dengan apel. Sianida bisa ditemukan di biji apel, 
oleh sebab itu sangat dianjurkan membuang biji apel jika ingin dibuat jus atau dimakan langsung. Bahkan, sianida sejatinya terkandung dalam 110 keluarga tumbuh-tumbuhan. Menurut penelitian, memakan 1,5 kilogram kacang Lima (kratok) bisa membunuh manusia, karena dalam kacang ini juga terkandung sianida.

AMERIKA MENJADI PRODUSEN EMAS TERBESAR

FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA
Cyanida
Klik Untuk Perbesar

Quote:Bagi Amerika, sianida adalah racun yang membuat mereka kaya. Sebab, sejak 100 tahun lebih, sianida dipakai untuk memurnikan emas dari batu-batuan dengan lebih efektif dan murah.
Penggunaan sianida di dunia pertambangan emas ditaksir telah berkontribusi sekitar USD 50 miliar lebih untuk Amerika sejak tahun 1980. Zat beracun ini dianggap sebagai salah satu faktor utama dalam keberhasilan Amerika jadi salah satu produsen emas terbesar di dunia.
MENJADI GAS YANG MEMATIKAN

Quote:Berdasarkan penelitian, sianida berbentuk gas adalah yang paling berbahaya, misalnya hidrogen sianida. 
Tak aneh bila gas ini kerap dipakai sebagai media hukuman mati.

Sejak tahun 1920an, Amerika telah menggunakan 'kamar gas' untuk mengeksekusi napi hukuman mati, bahkan sampai saat ini. Zat berbahaya ini juga menjadi favorit Nazi saat tragedi Holocaust. Nazi terbukti banyak membangun kamar-kamar gas sianida sebagai bagian program pembunuhan massal. Kebanyakan korban dari kamar gas sianida ini disebut orang-orang Yahudi. Gas sianida yang dipakai sebagai algojo massal di Perang Dunia ke-2 dikenal dengan nama 'ZyklonB'.

SIANIDA ADA DI DARAH SETIAP MANUSIA

Quote:Setiap orang di Bumi ini ternyata memiliki sianida dalam tubuhnya! 
Tak banyak diketahui bila sianida adalah salah satu bagian pembentuk DNA.

FAKTA YANG TERSEMBUNYI RACUN SIANIDA dan Pertolongan PERTAMANYA


Berdasarkan teori pakar kimia Paul von Rague Schleyer dari Universitas Georgia, saat Bumi masih tanpa kehidupan, DNA pertama disebut terbentuk dari lima buah molekul sianida atau biomolekul. Sayangnya, asal-usul biomolekul ini tidak diketahui. Salah satu dari molekul itu adalah adenine. Adenin sendiri muncul dari reaksi kimia antara sianida dan amonia.

TANPA DISADARI, MANUSIA SUKA MENYEDOT SIANIDA
















Mungkin nyaris semua orang tahu sianida itu berbahaya 
Namun tetap saja banyak yang doyan mengisap racun satu ini. Bingung? 
Jawabannya adalah rokok.

Rokok adalah salah satu sumber sianida paling populer di dunia. 
Merokok menurut penelitian adalah sumber utama kontaminasi sianida bagi mereka yang tidak berkerja di industri yang dekat dengan zat racun ini. Asap rokok memang mengandung hidrogen sianida.

Meski tidak langsung membunuh perokok, sianida pada rokok dapat menyebabkan 
pusing, lemas, mutah, pingsan, bahkan kematian mendadak. Apakah Anda masih mau merokok?


PERTOLONGAN PERTAMA PADA KERACUNAN SIANIDA 


Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan melalui urin. Selain itu, sianida akan berikatan dengan vitamin B12. Tetapi bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengubah sianida menjadi tiosianat maupun mengikatnya dengan vitamin B12. B12 bisa didapat dari Kerang, Sereal, Salmon,Keju,Telur, Susu dan produk susu, Daging Sapi atau kambing

PENANGANAN



Antidot/Anti Racun Cyanida 

1. Panggil ambulans dan dokter sesegera mungkin

2. Ungsikan pasien ke udara bersih (kalau sianida yang terhirup berupa gas)

3. Jika denyut jantung tidak ada, lakukan cardiac massage atau 
menekan dada kuat2 dan berulang (kayak yg di film2)

4. Jangan memberikan napas pada korban dari mulut ke mulut atau hidung ke hidung. 
Dikhawatirkan si penolong akan ikut terkena racunnya.

5. Jika sianida tertelan sedangkan korban masih sadar, usahakan korban muntah

6. Baringkan pasien dan jaga suhu tubuhnya agar tetap hangat

7. Lepas pakaian yang terkena sianida, cuci dengan sabun area yang terkontaminasi, 
kemudian basuh dengan air berulang-ulang

8. Bila tim kesehatan telah datang, langkah paling awal beri pasien masker oksigen 100%

9. Beri antidotum. Antidotum yang dapat digunakan pada keracunan sianida adalah 

natrium nitrit dan juga natrium tiosulfat 


Dosis Anti Racun Cyanida


http://www.kaskus.co.id/thread/56a2ce91d44f9ff4048b4569/fakta-yang-tersembunyi-racun-sianida-dan-pertolongan-pertamanya/
www.compundchem.com
http://www.ab.ust.hk/hseo/Hfcn/sld053.htm

Keracunan Sianida


Sianida adalah zat beracun yang sangat mematikan. Sianida telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Efek dari sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit.(1,2)
Bentuk-bentuk sianida bisa berupa : (2)
1. Inorganic cyanide : Hidrogen sianida (HCN)
2. Cyanide salts ( garam sianida) : Potasium sianida (KCN), sodium sianida (NaCN), calcium sianida (Ca(CN)2
3. Metal cyanide (logam sianida) : potasim silver cyanide ( C2AgN2K), gold(I) cyanide (AuCN), mercury cyanide (Hg(CN)2), zinc cyanide (Zn(CN)2, lead cyanide (Pb(CN)2
4. Metal cyanide salts : sodium cyanourite
5. Cyanogens halides : Cyanogen klorida (CClN), cyanogen bromide (CBrN)
6. Cyanogens : Cyanogen (CN)2
7. Aliphatic nitriles : Acetonitrile (C2H3N), acrylonitrile (C3H3N), butyronitrile ( C4H7N), propionitrile (C3H5N)
8. Cyanogens glycosides : Amygdalin ( C20H27NO11), linamarin (C10H17NO6)
Sianida bisa berupa gas berwarna seperti hydrogen cyanide (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl), dapat juga berbentuk kristal seperti sodium cyanide (NaCN) or potassium cyanide (KCN). Kadang- kadang sianida berbau seperti “bitter almond”, tapi sianida tidak selalu berbau, dan tidak semua orang yang bisa mendeteksi bau sianida.(3). 
Hidrogen sianida disebut juga formonitrile, sedang dalam bentuk cairan dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik. Hidrogen sianida pada suhu di bawah 780 F berbentuk cairan tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat. Pada suhu yang lebih tinggi berbentuk gas yang tidak berwarna. Bersifat volatile dan mudah terbakar. Hidrogen sianida dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur dengan air sehingga sering digunakan. Bentuk lain ialah sodium sianida dan potassium sianida yang berbentuk serbuk dan berwarna putih.(4,5)



Tabel 1. Sifat kima, fisika, dan biologi dari sianida
Hydrogen sianida Cyanogen chloride
Titik didih 25,70C 12,90C
Tekanan uap air/udara 740mmHg 1,000mmHg
Densitas:
Udara
Cair
Padat 
0.99 pada 20°C
0.68 g/mL pada 25°C 
2.1
1.18 g/mL pada 20°C
Crystal: 0.93 g/mL pada–40°C
Daya uap 1.1 x 106 mg/m3 pada25°C 2.6 x 106 mg/m3 pada 12.9°
Bentuk dan bau Gas dan berbau seperti “bitter almond” Gas atau cairan tidak berwarna
Daya larut:
Dalam air
Dalam bahan pelarut yang lain 
Komplit pada suhu 250C
Dapat dicampur sempurna pada bahan pelarut organik lainnya 
6.9 g/100 mLpada 20°C
Bisa dicampur dengan bahan organik lainnya tapi campurannya tidak stabil
Deteksi ICAD; M254A1 kit M256A1 kit
Lama hidup:
Dalam tanah
Pada materiel 
< 1 jam
Rendah 
Tidak tahan lama
Tidak tahan lama
Dekontaminasi pada kulit bila terkena Dengan air atau dengan air sabun Dengan air atau dengan air sabun

PENGGUNAAN SIANIDA
Sianida dalam dosis rendah dapat ditemukan di alam dan ada pada setiap produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur dan ganggang.. Adapun penggunaan sianida adalah (2,6)
1. Pada perindustrian dan pekerjaan 
• Pemadam kebakaran
• Industri karet
• Industri plastic
• Industri kulit
• Pertambangan
• Penyepuhan dengan listrik(electroplating)
• Pengelasan
• Petugas laboratorium dan ahli kimia
• Pekerja yang menggunakan pestisida
• Pengasapan
• Industri kertas
2. Sumber lain yang juga berpotensi sebagai sumber sianida:
• Pembersih kuteks
• Bahan pelarut(aliphatic nitriles)
• Asap rokok
• Buah-buahan seperti apricot, cherry, apel, tanaman tertentu seprti bambu, singkong, almond, bayam, kacang, tepung tapioka
• Asap kendaraan bermotor
• Hasil pembakaran dari material sintetik seperti plastik(buku medical toksikology)
3. Penggunaan pada militer
Pada zaman kejayaan kerajaan Romawi, sianida digunakan sebagai senjata. Sianida sebagai komponen yang sangat mematikan digunakan untuk meracuni angota keluarga kerajaan dan orang-orang yang dianggap dapat mengganggu keamanan. Tidak itu saja, Napoleon III mengusulkan untuk menggunakan sianida pada bayonet pasukannya Selama perang dunia pertama, Perancis menggunakan asam hidrosianik yang berbentuk gas. Tetapi racun sianida yang berbentuk gas ini mempunyai efek yang kurang mematikan dibandingkan dengan bentuk cairnya.(1)
Sementara itu, pihak Jerman sendiri pada waktu itu telah melengkapi pasukannya dengan masker yang dapat menyaring gas tersebut. Karena kurang efektifnya penggunaan gas ini, maka pada tahun 1916 Perancis mencoba jenis sianida gas lainnya yang mempunyai berat molekul yang lebih berat dari udara, lebih mudah terdispersi dan mempunyai efek kumulatif. Zat yang digunakan adalah Cyanogen chlorida, yang dibentuk dari potassium sianida. Racun jenis ini sudah cukup efektif pada konsentrasi yang rendah karena sudah bisa mengiritasi mata dan paru. Pada konsentrasi yang tinggi dapat mengakibatkan paralysis hebat pada sistem pernafasan dan sistem saraf pusat.(1)
Dilain pihak, Austria ketika itu juga mengeluarkan gas beracun yang berasal dari potassium sianida dan bromin. Zat ini kemudian disebut sianogen bromida yang mempunyai efek iritasi yang sangat kuat pada konjungtiva mata dan pada mukosa saluran pernafasan. Selama perang dunia ke II, Nazi Jerman menggunakan asam hidrosianik yang disebut mereka Zyklon B untuk menghabisi ribuan rakyat sipil dan tentara musuh.!,3)
Adapun sianida yang digunakan oleh militer NATO (North American Treaty Organization) adalah yang jenis cair yaitu asam hidrosianik (HCN).(1,5)


ASAL PAPARAN SIANIDA

1. Inhalasi
Sisa pembakaran produk sintesis yang mengandung karbon dan nitrogen seperti plastik akan melepaskan sianida. Rokok juga mengandung sianida, pada perokok pasif dapat ditemukan sekitar 0.06µg/mL sianida dalam darahnya, sementara pada perokok aktif ditemukan sekitar 0.17 µg/mL sianida dalam darahnya. Hidrogen sianida sangat mudah diabsorbsi oleh paru, gejala keracunan dapat timbul dalam hitungan detik sampai menit. Ambang batas minimal hydrogen sianida di udara adalah 0,02-0,20 g/ml tetapi angka ini belum dapat memastikan konsentrasi sianida yang berbahaya bagi orang disekitarnya. Selain itu, gangguan dari saraf-saraf sensoris pernafasan juga sangat terganggu. Berat jenis hidrogen sianida lebih ringan dari udara sehingga lebih cepat terbang ke angkasa.(1,5,6)
Anak-anak yang terpapar hidrogen sianida dengan tingkat yang sama pada orang dewasa akan terpapar hidrogen sianida yang jauh lebih tinggi.
2. Mata dan kulit
Paparan hidrogen sianida dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Muncul segera setelah paparan atau paling lambat 30 sampai 60 menit. Kebanyakan kasus disebabkan kecelakaan pada saat bekerja sehingga cairan sianida kontak dengan kulit dan meninggalkan luka bakar.(2,5,6)
3. Saluran pencernaan (ingested)
Tertelan dari hidrogen sianida sangat fatal. Karena sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan. Tidak perlu melakukan atau merangsang korban untuk muntah, karena sianida sangat cepat berdifusi dengan jaringan dalam saluran pencernaan.(2,5,6)

PATOFISIOLOGI
Walaupun sianida dapat mengikat dan menginaktifkan beberapa enzim, tetapi yang mengakibatkan timbulnya kematian atau timbulnya histotoxic anoxia adalah karena sianida mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase sehingga akan mengakibatkan terhentinya metabolisme sel secara aerobik. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan mengganggu transmisi neuronal. Sianida dapat di buang melalui beberapa proses tertentu sebelum sianida berhasil masuk kedalam sel. Proses yang paling berperan disini adalah pembentukan dari cyanomethemoglobin (CNMetHb), sebagai hasil dari reaksi antara ion sianida (CN–) dan MetHb.(1,7)
Selain itu juga, sianida dapat dibuang dengan adanya(1)
• Ikatan dengan endothelial-derived relaxing factor (EDRF) dalam hal ini adalah asam nitirit.
• Bahan-bahan metal seperti emas, molibdenum atau komponen organik seperti hidrokobalamin sangat efektif mengeliminasi sianida dari dalam sel.
• Terakhir kali, albumin dapat merangsang kerja enzim dan menggunakan sulfur untuk mengikat sianida.
Sianida dapat dengan mudah menembus dinding sel. Oleh karena itu pihak militer sering menggunakan racun sianida walaupun secara inhalasi, memakan atau menelan garam sianida atau senyawa sianogenik lainnya. Karena sianida ini sebenarnya telah ada di alam walaupun dalam dosis yang rendah, maka tidak heran jika kebanyakan hewan mempunyai jalur biokimia intrinsik tersendiri untuk mendetoksifikasi ion sianida ini. Jalur terpenting dari pengeluaran sianida ini adalah dari pembentukan tiosianat (SCN-) yang diekresikan melalui urin. Tiosianat ini dibentuk secara langsung sebagai hasil katalisis dari enzim rhodanese dan secara indirek sebagai reaksi spontan antara sianida dan sulfur persulfida.(1,8)

FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK
Seseorang dapat terkontaminasi melalui makanan, rokok dan sumber lainnya. Makan dan minum dari makanan yang mengandung sianida dapat mengganggu kesehatan. Setelah terpapar, sianida langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan melalui urin. Selain itu, sianida akan berikatan dengan vitamin B12. Tetapi bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengubah sianida menjadi tiosianat maupun mengikatnya dengan vitamin B12.(1,5)
Jumlah distribusi dari sianida berubah-ubah sesuai dengan kadar zat kimia lainnya di dalam darah. Pada percobaan terhadap gas HCN pada tikus didapatkan kadar sianida tertinggi adalah pada paru yang diikuti oleh hati kemudian otak. Sebaliknya, bila sianida masuk melalui sistem pencernaan maka kadar tertinggi adalah di hati. Sianida juga mengakibatkan banyak efek pada sistem kardiovaskuler, termasuk peningkatan resistensi vaskuler dan tekanan darah di dalam otak. Penelitian pada tikus membuktikan bahwa garam sianida dapat mengakibatkan kematian atau juga penyembuhan total. Selain itu, pada sianida dalam bentuk inhalasi baru menimbulkan efek dalam jangka waktu delapan hari. Bila timbul squele sebagai akibat keracunan sianida maka akan mengakibatkan perubahan pada otak dan hipoksia otak dan kematian dapat timbul dalam jangka waktu satu tahun.(1)

TOKSISITAS
Tingkat toksisitas dari sianida bermacam-macam. Dosis letal dari sianida adalah;(1,2,9)
• Asam hidrosianik sekitar 2,500–5,000 mg•min/m3
• Sianogen klorida sekitar 11,000 mg•min/m3.
• Perkiraan dosis intravena 1.0 mg/kg,
• Perkiraan dalam bentuk cairan yang mengiritasi kulit 100 mg/kg.
• Perkiraan dalam bentuk oral 1,52mg/kg
• Ada juga yang melaporkan kematian bisa terjadi pada dosis 200-300 ppm. Dosis 110-135 ppm bisa mengakibatkan kefatalan setelah terpapar 30-60 menit, sedangkan pada konsentrasi 45-54 ppm sianida masih bisa ditoleransi oleh tubuh.

GEJALA KLINIS
Efek utama dari racun sianida adalah timbulnya hipoksia jaringan yang timbul secara progresif. Gejala dan tanda fisik yang ditemukan sangat tergantung dari;(1)
• Dosis sianida
• Banyaknya paparan
• Jenis paparan
• Tipe komponen dari sianida
Sianida dapat menimbulkan banyak gejala pada tubuh, termasuk pada tekanan darah, penglihatan, paru, saraf pusat, jantung, sistem endokrin, sistem otonom dan sistem metabolisme. Biasanya penderita akan mengeluh timbul rasa pedih dimata karena iritasi dan kesulitan bernafas karena mengiritasi mukosa saluran pernafasan. Gas sianida sangat berbahaya apabila terpapar dalam konsentrasi tinggi. Hanya dalam jangka waktu 15 detik tubuh akan merespon dengan hiperpnea, 15 detik setelah itu sesorang akan kehilangan kesadarannya. 3 menit kemudian akan mengalami apnea yang dalam jangka waktu 5-8 menit akan mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat karena hipoksia dan berakhir dengan kematian.(1,9)
Dalam konsentrasi rendah, efek dari sianida baru muncul sekitar 15-30 menit kemudian, sehingga masih bisa diselamatkan dengan pemberian antidotum.
Tanda awal dari keracunan sianida adalah;(1,9)
• Hiperpnea sementara,
• Nyeri kepala,
• Dispnea
• Kecemasan
• Perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah
• Berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.
Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan terhadap CNS adalah koma dan dilatasi pupil, tremor, aritmia, kejang-kejang, koma penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung, tetapi gejala ini tidak spesifik bagi mereka yang keracunan sianida sehingga menyulitkan penyelidikan apabila penderita tidak mempunyai riwayat terpapar sianida.(1,9)
Karena efek racun dari sianida adalah memblok pengambilan dan penggunaan dari oksigen, maka akan didapatkan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan. Pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat warna merah terang pada arteri dan vena retina karena rendahnya penghantaran oksigen untuk jaringan. Peningkatan kadar oksigen pada pembuluh darah vena akan mengakibatkan timbulnya warna kulit seperti “cherry-red”, tetapi tanda ini tidak selalu ada(1)

PENEMUAN OTOPSI PADA KERACUNAN SIANIDA
Sianida bereaksi melalui hubungan dengan atom besi ferri dari sitokrom oksidase yang mencegah pengambilan oksigen untuk pernafasan sel. Sianida tidak dapat disatukan langsung dengan hemoglobin, tapi dapat disatukan oleh intermediary compound methemoglobin. Sianida cukup korosif diantara alkali lainnya, dapat menyebabkan kerusakan jaringan setempat yang tidak berhubungan dengan keracunan yang lebih umum melalui inhibisi enzim.(10)
Dari luar, ada banyak variasi dalam penampilanya. Yang klasik, lebam mayat dikatakan menjadi berwarna merah bata, sesuai dengan kelebihan oksi hemoglobin (karena jaringan dicegah dari penggunaan oksigen) dan ditemukannya sianmethemoglobin. Banyak deskripsi lebam mayat yang mengarah pada kulit yang berwarna merah muda gelap atau bahkan merah terang, terutama bergantung pada daerahnya, yang mana dapat dibingungkan dengan karboksi hemoglobin. Pada beberapa kasus telah ditunjukkan gambaran lebam mayat sianotik gelap, yang mungkin disebabkan kurangnya oksigen dalam sel darah merah oleh karena terjadi kelumpuhan otot-otot pernafasan. Mungkin tidak ada tanda-tanda eksternal yang lain disamping warna kulit dan kemungkinan muntahan hitam disekitar bibir.(10)
Mungkin bau sianida ada pada tubuh dan dapat dikenal, tapi perlu diketahui bahwa banyak orang tidak bisa mendeteksi bau ini, kemampuan menciumnya berhubungan dengan genetik ( bukan berdasarkan pengalaman ). Ini penting diketahui oleh ahli patologi dan pegawai kamar mayat, bahwa keracunan sianida dapat membawa resiko. (10)
Di dalam jaringan mungkin juga menjadi berwarna merah muda terang disebabkan karena oksi-hemaglobin yang tidak dapat digunakan oleh jaringan - yang mungkin lebih umum terjadi dari pada karena sianmethemoglobin. Garis perut dapat mengalami kerusakan hebat dan terlihat menutupi permukaan, dan dapat terdapat resapan darah pada lekukan mukosa. Ini terutama disebabkan kekuatan alkali yang kuat dari hidrolisa garam-garam natrium dan kalium sianida. Hidrogen sianida itu sendiri menyebabkan kerusakan yang tidak seperti itu. Dalam sedikitnya kasus yang berat, garis perut akan ditandai dengan striae berwarna merah gelap, yang mana rugae telah menutupinya ketika melewati lekukan diantaranya yang relatif tidak merusak. 
Perut dapat berisi darah maupun rembesan darah akibat erosi maupun pendarahan di dinding perut. Jika sianida berada dalam larutan encer, mungkin ada sedikit kerusakan pada perut, terpisah dari warna merah muda pada mukosa dan mungkin beberapa pendarahan berupa petechiae. Mungkin juga sianida tersebut menjadi kristal / bubuk putih yang tidak dapat larut, dengan bau seperti almond.
Seperti kematian yang biasanya berlangsung cepat, sedikit bagian dari sianida dapat sudah melewati masuk ke dalam sel cerna. Oesuphagus dapat mengalami kerusakan, terutama pada bagian mukosa oesophagus, yang bisa mengalami perubahan post mortem dari regurgitasi isi perut melalui relaksasi sphincter jantung setelah mati. 
Darah yang mengandung sianida pada postmortem sedikit lebih rendah daripada premortem, ini dihubungkan dengan penguapan, formasi tiosinat atau jaringan ikat. Kadar darah postmortem pada korban yang meninggal akibat keracunan sianida akut dilaporkan mencapai 1,1-53g/ml setelah ditelan dan 1-15g/ml setelah dihisap. Sianida juga bisa diperiksa pada sampel jaringan postmortem.(2)


PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Sianida bisa diukur dalam plasma, sel darah merah, darah lengkap atau urin. Dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya penurunan tekanan partial oksigen (PO2) dengan adanya asidosis laktat. Pemeriksaan darah dan urin sangat penting pada mereka yang sering terpapar agen ini. Selain itu juga, pemeriksaan ini akan menentukan pemberian jenis terapi. Konsentrasi sianida dalam darah sangat berhubungan dengan gejala klinis yang akan ditimbulkannya.(1,2)
Karena sel darah merah banyak mengandung sianida di dalam darahnya, maka pemeriksaan seluruh komposisi darah sangat diperlukan. Hal ini cukup sulit dilakukan karena waktu paruh sianida yang pendek sehingga kandungan sianida dalam darah dengan cepat dapat berkurang. Oleh sebab itu, faktor waktu dan kondisi tempat penyimpanan sangat penting dalam menentukan hasil pemeriksaan(1,7)


TERAPI
Prinsip pertama dari terapi ini adalah mengeliminasi sumber-sumber yang terus-menerus mengeluarkan racun sianida. Pertolongan terhadap korban keracunan sianida sangat tergantung dari tingkat dan jumlah paparan dengan lamanya waktu paparan.(1,11)
• Segera menjauh dari tempat atau sumber paparan. Jika korban berada di dalam ruangan maka segera keluar dari ruangan.
• Jika tempat yang menjadi sumber, maka sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Tutup pintu dan jendela, matikan pendingin ruangan, kipas maupun pemanas ruangan sampai bantuan datang.
• Cepat buka dan jauhkan semua pakaian yang mungkin telah terkontaminasi oleh sianida. Letakkan pakaian itu di dalam kantong plastik, ikat dengan kuat dan rapat. Jauhkan ke tempat aman yang jauh dari manusia, terutama anak-anak.
• Segera cuci sisa sianida yang masih melekat pada kulit dengan sabun dan air yang banyak. Jangan gunakan pemutih untuk menghilangkan sianida.
Tindakan pertama adalah segera cari udara segar. Jika berada di dekat balai pengobatan tertentu maka dapat diberikan oksigen murni. Berikan antidotum seperti sodium nitrite dan sodium thiosulfat untuk mencegah keracunan yang lebih serius. Bila korban dalam keadaan tidak sadar maka harus segera ditatalaksana di rumah sakit karena bila terlambat dapat berakibat kematian.(5)
Penggunaan oksigen hiperbarik untuk mereka yang keracunan sianida masih sering dipakai. Penambahan tingkat ventilasi oksigen ini akan meningkatkan efek dari antidotum. Asidosis laktat yang berasal dari metabolisme anaerobik dapat diterapi dengan memberikan sodium bikarbonat secara intravena dan bila pendertia gelisah dapat diberikan obat-obat antikonvulsan seperti diazepam. Perbaikan perfusi jaringan dan oksigenisasi adalah tujuan utama dari terapi ini. Selain itu juga, perfusi jaringan dan tingkat oksigenisasi sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pemberian antidotum. Obat vasopressor seperti epinefrin bila timbul hipotensi yang tidak memberi respon setelah diberikan terapi cairan. Berikan obat anti aritmia bila terjadi gangguan pada detak jantung. Setelah itu berikan sodium bikarbonat untuk mengoreksi asidosis yang timbul.(1,11)
Cara kerja obat-obatan diatas adalah dengan menghambat pembentukan ikatan sianida pada sitokrom oksidase dengan bantuan methemoglobin. Methemoglobin akan mengikat sianida dan membuangnya dari dalam sel maupun cairan ekstra seluler. Salah satu keterbatasan mengenai antidotum ini adalah hanya berdasar dari eksperimen menggunakan hewan. Karena itu cukup sulit untuk menilai keberhasilannya pada manusia. Selain itu juga, penelitian ini tidak dibuat bila sedang berada dalam situasi yang besifat emergensi.(1)

DIAGNOSIS BANDING 
Diagnosis banding dari keracunan sianida adalah keracunan CO karena sama-sama memberikan gambaran cherry red pada lebam mayat. Akan tetapi cherry red pada kasus keracunan sianida ini terjadi karena ikatan sianida dengan methemoglobin, sehingga produksi oksigen meningkat dalam tubuh( oksigen tidak aktif dalam jaringan), inilah yang memberikan warna cherry red pada kulit, sedangkan gambaran cherry red pada keracunan CO disebabkan karena ikatan yang lebih kuat antara CO dengan Hb dibandingkan ikatan antara Hb dengan oksigen.

ASPEK MEDIKOLEGAL
Pemeriksaan forensik dalam kasus keracunan dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu atas dasar dari tujuan pemeriksaan itu sendiri. Yang pertama bertujuan untuk mencari penyebab kematian, yang kedua untuk mengetahui suatu peristiwa.(12)
Biasanya racun bias diunakan untuk membunuh tapi keracunan bias terjadi secara tidak sengaja pada pekerja yang sering terpapar dengan sianida.(13)
Pasal 133(1) KUHAP : Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya.(12)

TAMBAHAN PATOFISIOLOGIS DAN GEJALA KLINIS DIAMBIL DARI RFERENSI NO 1:
Keterangan dari gambar pada referensi no 1 hal 275:
Sianida bisa dipindahkan dengan beberapa proses sebelum memasuki sel. Kemunkinan proses yang paling penting adalah formasi dari sianomethemoglobin, yang terbentuk jika ion CN bereaksi dengan MetHb. MetHb terbentuk bila Hb bereaksi dengan berbagai macam variasi dari oksidant seperti (nitrite, dimethylaminopheno(DMAP), dan p-aminopropiophenone(PAPP)). Sianida bisa berikatan dengan endothelial-derived relaxing factor(EDRF,yang dipikirkan menjadi nitric oxide). Sianida bisa bertentangan dengan aksi dari carbonic anhydrase dan pH yang rendah, dengan demikian menurunkan konsentrasi dari CN di daerah ekstraselular. Logam berat( seperti gold, molybdenum, atau cobalt salts) atau komponen organik( seperti hidroksikobalamin) bisa membersihkan(detoksifikasi) CN, dimana secara efektif memindahkan CN dari sel. Akhirnya, albumin memperlihatkan sifat seperti enzim dan menggunakan ikatan element sulfur utuk mendetox CN. Secara teori juga mungkin bisa mencegah masuknya CN ke sel dengan memblok mekanisme transpor dengan suatu sbstansi seperti DIDS. 
Paling tidak ada 4 enzim intaseluler yang berpengaruh pada proses detoksifikasi CN. 
Beberpa reaksi mungkin bisa memperbaiki keracunan CN. Rangsangan metabolisme respirasi bisa memasuki sel dan menstimulasi produksi ATP melalui perbaikan jalur ATP atau substansi tambahan atau mekanisme radikal bebas. Hiperbarik oksigen atau oksigen bis amengurangi keracunan CN dengan cara bersaing dengan CN pada beberapa tempat( seperti sitokrom oksidase pada mitokondria yang menjadi tempat berikatan yang utama bagi CN). Reaksi lain yang mungkin terjadi adalah formasi dari cyanohydrin dengan alpha keto acid, pemblokan dari nitit, dan reaksi dari tempat yang lain(tempat dimana CN bisa berikatan) seperti myoglobin, sitokrom b5, atau komponen electron transport sistem(ETS) yang lain( seperti dinitropheno(DNP).


DAFTAR PUSTAKA

1. Baskin SI, Brewer TG. Cyanide Poisoning. Chapter 10. Pharmacology Division. Army Medical Research Institute of Chemical Defense, Aberdeen Proving Ground, Maryland. USA. Available from: www.bordeninstitute.army.mil/cwbw/Ch10.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
2. Erdman AE. Cyanide. In: Dart RC. Medical Toxicology.Third edition. USA: A Wolters Kluwer Company.2004. p: 1155-66.
3. Anonymus. Fact About Cyanide.C. Departement Of Health and Human Service. Center for Disease Control and Prevention. 2003. Available from: www.bt.cdc.gov/agent/cyanide/basics/pdf/cyanide-facts.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
4. Anonymus. Hydrogen Cyanide (HCN).UN. available from : www.atsdr.cdc.gov/mhmi/mmg8.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
5. Centers for Disease Control and Prevention. The Facts About Cyanides. New York State Department Of Health. New York. 2004. Available from: www.health.state.ny.us/nysdoh/bt/chemical_terrorism/docs/cyanide_general.pdf. . [Access on: 24th Februari 2008].
6. Leybell I. Toxicity, Cyanide. Available on : : http://emedicine.org/html. [Access on: 24th Februari 2008].
7. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Cyanide. Division of Toxicology and Environmental Medicine. Atlanta. 2006. Available from: www.atsdr.cdc.gov/tfacts8.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
8. Alcorta R, Facep MD, Smoke Inhalation & Hydrogen Cyanide Poisoning. Jems Communication. EMD Pharmaceuticals. Elsevier. 2004. Available from: www.jems.com/data/pdf/smoke-poisoning.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
9. Anonymus. Cyanide 2. Relevance To Public Health. Page 13-23. Available from: www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp8-c2.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
10. Anonymous. Keracunan Zat Korosif dan logam. Available on : http://www.freewebs.com/reef_forensik/index.htm. [Access on: 24th Februari 2008].
11. Anonymus. Cyanide. Departement Of Health and Human Service. Center for Disease Control and Prevention. 2005. Available from: www.bt.cdc.gov/agent/canide/basics/pdf/cyanidecasedef.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].
12. Abdul MI. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Binarupa Aksara. 1997.p. 330-31
13. Vijay C. Ilmu Forensik dan Toksikologi. Edisi lima. Jakarta: Widya Medika. 1995 .p 330-31 

http://sarjanakesehatan.blogspot.co.id/2013/04/keracunan-sianida.html

Pastikan Keamanan Produk yang Dikonsumsi dengan Aplikasi Cek BPOM

Pastikan Kemanan Produk yang Dikonsumsi

Saat ini banyak sekali beredar Produk-Produk makanan, minuman, suplemen kesehatan yang perlu dicermati kemanannya.



Pastikan Kemanan Produk yang Dikonsumsi
Website Cek BPOM

apakah sudah terdaftar resmi?
apakah mengandung bahan2 yang aman?

dan pertanyaan2 lainnya yang mungkin banyak masyaratakat tidak "ngeh" akan hal ini.

Bagi kita yang mengerti tentang kesehatan hal ini mungkin sudah dimenegerti, namun bagi masyarakat awam yang justru merupakan "Kue Besar" bagi pelaku bisnis, hal ini merupakan Peluang Besar.


Demi mempermudah penyampaian informasi terkait produk yang aman untuk dikonsumsi masyarakat dan mengadaptasi tren Teknologi terkini. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuat terobosan baru, yakni mengembangkan aplikasi Cek BPOM. Cek BPOM merupakan aplikasi berbasis Android yang menampilkan data Produk yang diperbolehkan beredar di Indonesia (telah melewati proses evaluasi oleh Pre-Market).


Dalam Keterangan resminya senin (18/1), BPOM menjelaskan data2 produk yang ditampilkan dalam aplikasi ini terdiri atas :

1. Nomor Registrasi
2. Jenis Produk (Obat, Obat tradisional, Suplemen Makanan, Kosmetika dan Makanan dan Minuman)
3. Nama Produk
4. Tanggal terbit
5. Nama Dagang (Merk)
6. Jumlah dan Kemasan
7. Bentuk Sediaan
8. Komposisi
9. Nama Perusahaan Pendaftar dan Produsen

Untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut, masyarakat dapatmelakukan pencarian aplikasi di Google Play dengan menggunakan kata kunci "Cek BPOM:, "Webreg" atau "data produk teregistrasi" atau kunjungi link Download.


https://play.google.com/store/apps/details?id=bpom.webreg&hl=en dan tekan install, atau langsung pada browser anda di http://cek.bpom.pom.go.id


Untuk dapat mencari produk2 yang dimaksud, masyarakat hanya diminta memilih kategori pencarian serta memasukkan beberapa karakter kata kunci pencarian (minimal 3 karakter) kemudian tekan cari.


BPOM pun tak lupa memasukkan tips untuk pencarian produk yakni :

1. Kata kunci pencarian bisa dimasukkan sebagian huruf dan atau angkanya saja tanpa perlu dimasukkan secara lengkap.
2. Khusus untuk kategori pencarian berdasarkan Nomor Registrasi, kata kunci pencarian bisa dimasukkan sebagian huruf atau angkanya saja tanpa tanda titik atau spasi.

sumber : http://www.beritasatu.com/kesehatan/342780-ingin-pastikan-keamanan-produk-yang-dikonsumsi-gunakan-cek-bpom.html


Macam2 Kode Registrasi /Kode Keamanan Produk yang Harus Kita Ketahui?


Lalu apa perbedaan antara izin BPOM dan Izin Dinkes???

seperti MD, ML, P-IRT, 
“ PIRT dibutuhkan bagi Industri Makanan skala Rumah Tangga sedangkan MD dan ML dibutuhkan bagi Industri yang lebih besar ”
Guna melindungi masyarakat dari produk pangan olahan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, maka dibutuhkan izin atau sertifikasi atas produk makanan yang dihasilkan oleh para produsen makanan. Semua produk makanan yang akan dipasarkan di Indonesia, baik berasal dari dalam dan luar negeri harus didaftarkan dan disertifikasi melalui instansi yang berwenang.

Apabila kita melihat pada produk-produk makanan dan minuman yang beredar di supermarket, toko, warung dan pasar, maka nomor pendaftaran dapat kita temukan di bagian depan label produk pangan tersebut dengan kode SP, MD atau ML yang diikuti dengan sederetan angka. Untuk Industri yang berskala rumah tangga, cukup dengan mendaftarkan produk yang akan dipasarkannya melalui Dinas Kesehatan berupa Nomor SP dan Nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Nomor SP adalah Sertifikat Penyuluhan, merupakan nomor pendaftaran yang diberikan kepada pengusaha kecil dengan modal terbatas dan pengawasan diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kodya, sebatas penyuluhan.
Selain itu, terdapat sertifikasi berupa PIRT. Nomor PIRT ini dipergunakan untuk makanan dan minuman yang memiliki daya tahan atau keawetan diatas 7 hari. Nomor PIRT berlaku selama 5 tahun dan setelahnya dapat diperpanjang. Untuk makanan dan minuman yang daya tahannya dibawah 7 hari akan masuk golongan Layak Sehat Jasa Boga dan nomor PIRT berlaku selama 3 tahun saja.
Izin PIRT tidak dapat dikeluarkan apabila bahan yang diproduksi adalah:
1. Susu dan hasil olahannya;
2. Daging, ikan, unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses penyimpanan dan atau penyimpanan beku;
3. Makanan kaleng;
4. Makanan bayi;
5. Minuman beralkohol;
6. AMDK (Air Minum Dalam Kemasan);
7. Makanan / Minuman yang wajib memenuhi persyaratan SNI;
8. Makanan / Minuman yang ditetapkan oleh Badan POM.
Kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat mendaftarkan produk makanan dan minumannya ke BPPOM untuk mendapatkan Nomor MD atau Nomor ML.

Nomor ML, diberikan untuk produk makanan dan minuman olahan yang berasal dari produk impor, baik berupa kemasan langsung maupun dikemas ulang.

Bagi produsen yang mempunyai produk Makanan dan Minuman yang berasal dari Dalam Negeri bisa mendapatkan NOMOR MD. Untuk Produsen yang memiliki beberapa lokasi pabrik yang berlainan, namun memproduksi produk yang sama, maka nomor MD yang diberikan adalah berdasarkan kode lokasi produk. Sehingga dapat terjadi suatu produk pangan yang sama, akan tetapi mempunyai nomor MD yang berbeda karena diproduksi oleh pabrik yang berbeda.

Hal ini dimaksudkan untuk meringankan produsen bila terjadi suatu kasus terhadap suatu produk dari merek tertentu, yang mengharuskan terjadinya menghentian produksi atas produk tersebut. Maka yang terkena penghentian produksi hanyalah di lokasi yang memproduksi produk MD yang terkena masalah.
Nomor pendaftaran tetap berlaku sepanjang tidak ada perubahan yang menyangkut komposisi, perubahan proses maupun perubahan lokasi pabrik pengolah dan lain-lain. Apabila terjadi perubahan dalam hal-hal tersebut di atas, maka produsen harus melaporkan perubahan ini kepada Badan POM, dan bila perubahan ini terlalu besar, maka harus diregistrasi ulang.

Tidak Dapat Dialihkan

Akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang menggunakan jasa produksi dari pabrik lain, atas istilah tol manufaktur atau maclon. Dalam kasus ini, nomor MD adalah diberikan kepada pabrik yang memproduksi produk tersebut. Sehingga apabila produsen tersebut akan mengalihkan produksinya ke pabrik lain, maka harus mendaftar ulang kembali ke Badan POM.
Sejauh ini pendaftaran makanan dan minuman untuk seluruh wilayah Indonesia ditangani langsung oleh Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM. Untuk makanan dalam negeri diperlukan fotokopi izin industri dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan.


Formulir Pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM, Gedung D Lantai III, Jalan Percetakan Negara No. 23 Jakarta Pusat, Telp. 021-4245267. Setelah formulir ini diisi dengan lengkap, kemudian diserahkan kembali bersama contoh produk dan rancangan label yang sesuai dengan yang akan diedarkan.
sumber : http://www.legal4ukm.com/perbedaan-antara-pirt-dengan-sertifikasi-pangan-bpom/



Jika anda Mau Membuat Produk?Mendaftarkan Legalitas/Daftar Produk di BPOM/Dinkes?Mau Registrasi Merk Produk Anda Sendiri Mendirikan CV, PT, atau Izin Usaha Lainnya Silahkan email ke rahmat_scientist2222@live.com InsyaAllah akan saya bantu

Wednesday, 30 December 2015

Manfaat ikan gabus yang Dahsyat dan cara pembuatan extraknya

Manfaat Ikan Gabus dan Cara Pembuatan Ekstraknya


Disini akan membahas tentang :

Manfaat Ikan Gabus
Kandungan gizi ikan gabus
Kandungan gizi Ekstrak
Cara membuat Ekstrak ikan gabus
Channa striata


Tentang ikan gabus
IKAN GABUS dalam bahasa inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead, dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah Channa striata.

Kepala ikan gabus berukuran besar agak gepeng, mirip kepala ular (sehingga dinamakan snakehead)dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat gilig memanjang, seperti peluru kendali. Sirip punggung memanjangdan sirip ekor membulat di ujungnya.

Ikan gabus biasa didapati di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil2, serangga, dan berbagai hewan air lainnya termasuk berudu dan katak. Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan tsb.

Jika sawah, parit dan kolam mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain , atau bila terpaksa akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acapkali ditemui "berjalan" di daratan , khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernafas langsung dari udara, dengan menggunakan organ semacam labirin, seperti pada ikan lele atau betok, namun lebih primitif.

DI indonesia terdapat beberapa spesies Channa , yang secara alami menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah tersebar ke bagian Timur pula. Salah satu kerabat dekat ikan gabus adalah ikan Toman (Channa mikopeltes) yang panjang tubuhnya bisa melebihi 1m dan beratnya lebih dari 5Kg.

Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan gabus liar yang ditankap dari sungai, danau dan rawa-rawa di sumatera dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum dijual.antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang mahal harganya , selain itu ikan gabus segar kebanyakan di jual dalam keadaan hidup , merupakan sumber Protein penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berrawa dan bersungai.

Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan , dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing, Namun giginya yang tajam, sambaran serta tarikannya yang kuat dapat dengan mudah memutuskan tali pancing. Akan tetapi ikan ini bisa sangat merugikan yakni apabila ikan ini masuk ke kolam pemeliharaan ikan  karena gabus sangat rakus memangsa ikan2 kecil , sehingga bisa menghabiskan ikan2 yang berada di kolam.

Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika Utara, ikan ini dan beberapa kerabat dekatnya yang sama2 termasuk snakehead fishes diwaspadai sebagai ikan berbahaya , yang dapat mengancam pelestarian Biota perairan di sana. Jenis2 snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan Akuarium. Kemungkinan karena kecerobohan , maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai2 dan di kolam di amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, pemerintah Amerika khawatir ikan2 itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan.

Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan Albumin , salah satu jenis Protein Penting , Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari terutama dan proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau Ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkankadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

Ikan gabus memiliki Protein yang sangat tinggi. ikan ini merupakan sumber albumin bagi penderita hipo albumin dan luka.
Manfaat Ikan Gabus
Kandungan Ikan Gabus dalam 100gr

pemberian menu ekstrak filtrat ikan gabus tersebut berkorelasi positif dengan peningkatan kadar albumin plasma dan penyembuhan luka pasca operasi. Fenomena ikan gabus tersebut pernah diangkat dalam satu penelitian khusus oleh Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS, guru besar ilmu biokimia ikan Fakultas Perikanan Unibraw pada 2003.

Dalam tubuh manusia, albumin (salah satu fraksi protein) disintesis oleh hati kira2 100-200 mikrogram/gram jaringan hati setiap hari. Albumin didistribusikan secara vaskuler dalam plasma dan secara ekstravaskuler dalam kulit, otot serta beberapa jaringan lain. Sintesis albumindalam sel hati dipengaruhi faktor nutrisi. Terutama asam amino, hormon dan adanya satu penyakit.

Gangguan sintesis albumin kata Edy , biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal, serta kekurangan gizi. Sebenarnya daging ikan gabus tidak hanya menjadi sumber protein, tapi juga sumber mineral lain. Diantaranya Zinc dan Trace elemen lain yang diperlukan tubuh. Hasil study Ey pernah di ujicobakan di instalasi gizi serta bagian bedah RSU dr Saiful Anwar Malang. Uji coba tersebut dilakukan pada pasien pascaoperasi dengan kadar albumin rendah  (1,8g/dl) dengan perlakuan 2 Kg ikan gabus masak / hari, telah meningkatkan kadar albumin darah pasien menjadi normal (3,5 - 5,5 g/dl).

Penelitian di Indonesia masih terus mengembangkan PembuatanEkstrak untuk untuk obat oles atau serbuk untuk obat luar. Sementara di Malaysia pembuatan krim dan tablet tersebut sudah dilakukan sejak dulu kala. Pusat Pengajian Sains dan Farmasi University Sains Malaysia telah menghasilkan tablet dan krim obat luka sejak tahun 1999 dan sekaligus menjadikan Prof Madya Dr Saringat Baie sebagai orang pertama yangmenghasilkan tablet dari ikan gabus.

Menurut Saringat Baie Ikan Gabus mempunyai asam amino dan lemak yang dapat menyembuhkan luka dalam perut serta amat baik untuk mengobati penyakit gastrik. Syaratnya , Ikan gabus tersebut harus yang liar / bukan budidaya.

Manfaat ikan gabus yang Dahsyat dan cara pembuatan extraknya
Ikan Gabus

Albumin
Albumin adalah salah satu jenis protein darah yang diproduksi di hati. Saat hati normal mampu memproduksi 11-15 gr Albumin/hari. Bahkan ia merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar  60%. Sedangkan nilai normal dalam darah sekitar 3,5 - 5gr/dl.
Manfaatnya untuk membantu jaringan sel tubuh yang terbelah /rusak. Albumin juga berperan mengikat obat-obatan serta logam berat yang tidak mudah larut dalam darah.

Albumin memiliki sejumlah fungsi.

1. Mengatur tekanan osmotik dalam darah , Albumin juga menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah. Bila jumlah albumin turun maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (edema) misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites.

2. Sebagai sarana pengangkut / transportasi . Ia membawa bahan-bahan yang kurang larut dalam air melewati plasma darah dan cairan sel. Bahan-bahan itu seperti asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa obat . Albumin bermanfaat juga dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru.


Pembentukan jaringan tubuh yang baru dibutuhkan pada saat pertumbuhan (bayi, anak2, remaja dan ibu hamil) dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh misalnya sesudah operasi , luka bakar dan saat sakit.


Begitu banyaknya manfaat albumin sehingga dapat dibayangkan apabila mengalami kekurangan maka banyak organ tubuh yang sakit.


Hampir semua pasien berkadar Albumin rendah yang diberi Sari Ikan Gabus ini, naik lebih cepat daripada pemberian albumin lewat infus. Bahkan pasien berkadar albumin rendah yang diikuti komplikasi penyakit seperti Hepatitis, TBC/Infeksi paru, Neprotic Syndrom, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Patah Tulang, Gastritis, Gizi Buruk, Sepsis, Stroke, ITP (Idiopatic Trombosit Tupenia Purpura), HIV, Thalasemia Minor, Autis, kondisi ini bisa lebih baik dengan pemberian Gel Sari ikan gabus.


Khasiat & Kegunaan Ekstrak Ikan Gabus :


Meningkatkan kadar albumindan daya tahan tubuh

Mempercepat proses penyembuhan Pasca Operasi dan Ibu-ibu habis melahirkan
Mempercepat penyembuhan luka dalam/luar
Membantu proses penyembuhan pada penyakit : Hepatitis, TBC/Infeksi Paru.
Nephrotic syndrome, Tonsilitis, Thypus, Diabetes, Patah tulang, Gastritis, ITP
HIV, Sepsis, Stroke, Thalasemia Minor
Menghilangkan Oedem (bengkak)
Memperbaiki gizi buruk pada bayi, anakdoperaan ibu hamil
Membantu penyembuhan luka
Sebagai larutan pengganti pada keadaan defisiensi albumin consolidating

Anda tidak perlu khawatir dengan Albumin dari ekstrak ikan gabus ini. Salah seorang guru besar yang bernama Prof. Dr Edy S. MS dari Universitas Brawijaya Malang menyatakan bahwa ikan gabus mengandung albumin cukup tinggi. Menurut beliau, kandungan albumin dalam ikan gabus itu sendiri mengandung 25,2/100 gram.


Cara Pemakaian :


Dosis yang dianjurkan untuk penyembuhan adalah 100 - 1500 cc ekstrak cair perhari atau 2-3 bungkus kecil @50cc perhari yang diminum langsung setelah ditiriskan dengan cara kemasan direndam dalam air hangat pagi dan sore hari.


Apabila ekstrak cair digunakan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak menurun kembali maka dosis bisa diatur antara 1-2 X sehari saja atau cukup 1-2 bungkus kecil perhari. Filtrat Ekstrak cair bisa langsung diminum bagi pasien yang sadar atau bisa dicampurkan ke dalam makanan lewat pie (sonde) bila kondisi pasien sangat lemah sehingga tidak mampu makan atau kesulitan menelan atau dalam kondisi tidak sadar.


Apabila nilai albumin dalam darah terlalu rendah dan diinstruksikan oleh dokter untuk ditambahkan albumin melalui Pembuluh darah/ infus maka pembelian


Bagaimana Membuat Ekstrak Ikan Gabus


Siapa yang suka makan ikan, pasti semuanya suka makan ikan....kali ini kitaakan membahas ikan gabus yang akan dijadikan suplemen dalam bentuk kapsul. Ikan gabus ini kaya akan kandungan albumin yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi , salah satu khasiatnya bisa mempercepat penyembuhan bekas luka bekas operasi dan juga sangat baik untuk kita yang sedang dalam masa pertumbuhan.


Ikan yang bernama latin Channa striata mudah ditemukan di Perairan indonesia seperti rawa, sungai danau atau perairan yang berarus tenang, cuci bersih ikan gabus , bersihkan sisik yang menempel pada tubuh ikan gabus lalu bersihkan bagian dalamnya termasuk insang.


Cara Mengolah Ikan Gabus :

1. Potong ikan menjadi 2 bagian , kukus dengan tambahan air dan rempah2, seperti daun pandan , daun jeruk, sereh, jahe dan kayu manis. Rempah2 ini yang nantinya akan menghilangkan bau amis pada ikan maupun minyak ikan gabusnya. 
2. Lanjut kukus panci, kedua fungsinya untuk menampung minyak ikan yang keluardari ikan gabus . Nah PAnci terakhir baru tempat ikan gabusnya , lalu tutup kukus dengan api kecil saja diamkan selama kurang lebih 45 menit.
3. Selanjutnya pisahkan tulang dari daging ikannya . setelah dagingikannya terpisah, remas2 daging ikan untuk memastikan tidak ada tulang halus yang tertinggal. Dagingnya sudah siap danminyak ikan pun sudah siap . Sekarang kita keringkan di Oven kedua dengan suhu 60 derajat Celsius, diamkan selama 24 jam.
4. Jika sudah kering, langsung campur minyak dan daging ikan aduk rata, dan oven 1x24 jam lagi. hasil pengeringan kedua kali ini lalu di blender alias hancurkan sampai halus . Setelah itu saring dan sudah halus sempurna .
5. Masukkan serbuk ke dalam kapsul, masih menggunakan sistem manual alias menggunakan tangan, maka , harus bersih dari kuman/steril dan menggunakan sarung tangan.
6. Selanjutnya masukkan kapsul dalam botol transparan 1 botol berisi 50 kapsul , harga perbotolnya dijual 100 ribu rupiah.

Bisnis ini sangat menguntungkan, karena 1 Kg ikan gabus bisa diolah dan menghasilkan 8 botol , harga 1 kg ikan gabus saat ini berkisar 40-45 ribu rupiah.


Pengolahan tulang ikan gabus yang sangat tinggi kalsium menjadi makanan ringan seperti stik bawang, jadi mulai minyak , daging, dan tulangnya bisa dimanfaatkan dan banyak khasiatnya. 


Dalam ilmu kedokteran Albumin dgunakan untuk mempercepat pemulihan jaringan tubuh yang terbelah atau rusak. Dan lebih hebatnya albumin juga berperan untuk mengikat obat2an yang tak mudah larut dalam darah.


Selain bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka luar dan dalam , albumin juga berperan untuk membantu proses penymabuhan pada penyakit hepatitis , TBC, Paru2 dan penyakit kronis lainnya. 


http://laptopsiunyil.blogdetik.com/2015/10/29/albufit-ikan-gabus

http://ekstrak-ikangabus.blogspot.co.id/2010/05/